0 Comments

Semarang. Walisongo English Club (WEC) berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UIN Walisongo Semarang dalam kegiatan bertajuk “Unlocking Potential Through English and Community” yang dilaksanakan pada Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Agus Prayogo, Ph.D., dosen Bahasa Inggris sekaligus Sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Walisongo Semarang, sebagai narasumber.

Kehadiran Agus dalam kegiatan tersebut memiliki makna tersendiri. Sebelum berkiprah sebagai dosen dan kini mengemban amanah sebagai Sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, ia merupakan salah satu pegiat Walisongo English Club semasa menjadi mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

“Saya dulu juga pegiat WEC ketika menjadi mahasiswa UIN Walisongo pada tahun 2004,” ungkap Agus.

Pengalaman tersebut membuat Agus tidak hanya hadir sebagai akademisi dan narasumber, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan WEC. Perjalanannya menunjukkan bahwa komunitas mahasiswa dapat menjadi ruang penting untuk belajar, membangun kepercayaan diri, memperluas jejaring, serta mengembangkan potensi diri yang dapat menjadi bekal dalam perjalanan akademik maupun profesional.

Melalui tema “Unlocking Potential Through English and Community”, Agus mengajak peserta untuk memandang bahasa Inggris tidak semata-mata sebagai kemampuan berbahasa, tetapi juga sebagai sarana untuk membuka peluang, membangun koneksi, dan mengembangkan potensi diri. Dalam proses tersebut, komunitas memiliki peran penting sebagai ruang untuk belajar bersama, bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta membangun keberanian untuk berkembang.

Kolaborasi antara WEC dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dalam kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya sinergi antara aktivitas kemahasiswaan dan lingkungan akademik. Kehadiran Agus sebagai Sekretaris Prodi PBI sekaligus mantan pegiat WEC memperlihatkan kesinambungan antara pengalaman berorganisasi dan berkomunitas pada masa mahasiswa dengan perjalanan akademik dan profesional di masa depan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama pada sesi diskusi. Peserta dari berbagai daerah turut menyampaikan pertanyaan kepada narasumber, di antaranya Dimas dari Sumatera Utara, Vina dari Nusa Tenggara Barat, dan Faqih dari Bali.

Beragam pertanyaan yang muncul menunjukkan tingginya ketertarikan peserta terhadap tema yang dibahas. Bahkan, keterbatasan waktu membuat tidak semua peserta yang ingin mengajukan pertanyaan memperoleh kesempatan untuk berdiskusi secara langsung.

Meski demikian, keterbatasan waktu tidak mengurangi antusiasme peserta. Interaksi yang terbangun selama kegiatan menunjukkan bahwa bahasa Inggris dan komunitas dapat menjadi ruang yang bermakna untuk belajar, berdiskusi, membangun jejaring, serta mengembangkan potensi diri.

Melalui kegiatan ini, Walisongo English Club dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Walisongo Semarang diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dalam menciptakan ruang-ruang pembelajaran yang mendukung pengembangan mahasiswa.

Lebih dari itu, perjalanan Agus Prayogo, Ph.D. dari seorang pegiat WEC hingga kembali ke lingkungan kampus sebagai akademisi menjadi pengingat bahwa keterlibatan aktif dalam komunitas selama masa mahasiswa dapat menjadi bagian dari proses panjang dalam membangun kapasitas, memperluas pengalaman, dan membuka berbagai peluang di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts