
Semarang – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Penguatan Kompetensi Pedagogi Guru Bahasa Inggris melalui Pendekatan Technology Enhanced Language Learning (TELL) dan Multimodal Learning” di SMK Walisongo Semarang. Selasa (23/06/2026)
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus wujud komitmen dosen PBI FTIK UIN Walisongo dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas guru di sekolah mitra.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMK Walisongo Semarang tersebut diikuti oleh para guru dari berbagai bidang studi, mulai dari Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Pendidikan Jasmani, Bimbingan Konseling, Pendidikan Agama, hingga guru produktif dari berbagai program keahlian. Kehadiran peserta yang beragam menunjukkan tingginya antusiasme para guru untuk meningkatkan kompetensi pedagogi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
Acara dibuka secara resmi oleh Agus Chrismoro, M.Pd., selaku Ketua Yayasan Al-Jami’ah Al-Masyhariyah yang menaungi SMK Walisongo Semarang. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara SMK Walisongo Semarang dan PBI FTIK UIN Walisongo Semarang.
Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi sangat penting untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kompetensi guru dalam menghadapi perubahan dan tantangan pendidikan di era digital.
Hal senada disampaikan oleh Lulut Widyaningrum, M.Pd., selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penguatan kompetensi guru merupakan salah satu fokus utama program PKM PBI FTIK UIN Walisongo Semarang. Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan memperoleh wawasan baru serta keterampilan praktis dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang efektif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik.
Memasuki sesi inti, peserta memperoleh materi pertama yang disampaikan oleh Agus Prayogo, Ph.D. dengan topik “Deep Learning dalam Pendidikan.” Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, dan melakukan refleksi terhadap proses belajar mereka. Peserta juga diajak memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan sesuai dengan karakteristik generasi digital saat ini.
Sesi berikutnya menghadirkan Leni Khotimah Harahap, M.Pd. yang menyampaikan materi mengenai Pembelajaran Multimodal. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa pembelajaran multimodal merupakan pendekatan yang mengintegrasikan berbagai mode komunikasi seperti teks, gambar, audio, video, dan media digital lainnya untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan membantu peserta didik memahami materi secara lebih komprehensif.
Tidak hanya menerima materi secara teoritis, para peserta juga mendapatkan pendampingan langsung dari tim dosen PBI FTIK UIN Walisongo Semarang dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Pada sesi pendampingan ini, guru-guru dibimbing untuk merancang dan mengembangkan aktivitas pembelajaran berbasis Technology Enhanced Language Learning (TELL) dan Multimodal Learning yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing.
Kegiatan pendampingan melibatkan sejumlah dosen PBI FTIK UIN Walisongo Semarang, yaitu Dr. Siti Mariam, M.Pd., Dra. Nuna Mustikawati Dewi, M.Pd., Dr. Sayyidatul Fadlilah, M.Pd., dan Awwalia Fitrotin Izza, M.Pd. Para dosen bersama mahasiswa PBI secara aktif mendampingi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran, menyusun aktivitas belajar berbasis teknologi, serta mengintegrasikan berbagai media multimodal ke dalam proses pembelajaran.
Melalui diskusi dan praktik yang dilakukan secara kolaboratif tersebut, para guru berkesempatan mengeksplorasi berbagai platform digital, strategi pembelajaran interaktif, dan pengembangan media ajar yang inovatif. Para dosen juga berbagi praktik-praktik baik (best practices) terkait implementasi teknologi dalam pembelajaran serta memberikan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi guru dalam proses belajar mengajar di kelas.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para guru aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, serta mencoba berbagai aplikasi dan media pembelajaran yang diperkenalkan dalam sesi pendampingan. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan teknologi dan media multimodal yang dapat membantu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik saat ini.
Kegiatan PKM ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan kompetensi guru, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang berdampak nyata. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan guru diharapkan dapat menghasilkan berbagai praktik pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik di era digital.
Melalui kegiatan ini, PBI FTIK UIN Walisongo Semarang berharap terjalin kerja sama yang berkelanjutan dengan SMK Walisongo Semarang dalam berbagai program pengembangan profesional guru. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan serta pengembangan kompetensi guru sebagai ujung tombak transformasi pendidikan di Indonesia.
