Denpasar — Kegiatan poster presentation dalam rangkaian academic excursion Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UIN Walisongo Semarang di Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa mengangkat isu pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Selasa (31/03/2026)
Presentasi yang disampaikan oleh Maisyatul Istiqomah dan Dia Ayu Setiawati mengusung tema “Prioritizing Meaning Making in Automated Learning.” Topik ini menyoroti perubahan paradigma pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dalam pemaparannya, keduanya menjelaskan bahwa kemudahan akses informasi di era digital membuat pengetahuan dapat diperoleh secara cepat dan instan melalui AI. Oleh karena itu, fokus pendidikan tidak lagi sebatas pada akses informasi, melainkan pada kemampuan peserta didik dalam memahami dan memaknai informasi secara mendalam.
Mereka juga menyoroti sejumlah tantangan dalam praktik pendidikan saat ini, antara lain kecenderungan pembelajaran yang masih berorientasi pada hafalan, rendahnya keterlibatan aktif peserta didik, serta melemahnya kemampuan berpikir kritis akibat kebiasaan memperoleh jawaban secara instan.
Selain itu, dijelaskan bahwa AI memiliki peran dalam mendukung pembelajaran, seperti menyediakan informasi secara cepat, menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan individu, serta mengotomatisasi berbagai tugas. Namun, pemanfaatannya perlu tetap selaras dengan tujuan utama pendidikan.
Tujuan tersebut mencakup pengembangan kemampuan berpikir kritis, kemampuan membangun pemahaman, keterampilan dalam membuat penilaian (judgment), serta pentingnya interaksi antarmanusia dalam proses pembelajaran.
Dalam presentasi tersebut juga ditegaskan peran penting guru sebagai pembimbing dalam proses berpikir siswa, fasilitator dalam membangun pemahaman, serta aktor utama dalam mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
Sebagai penutup, pemateri menekankan bahwa kehadiran AI dalam dunia pendidikan tidak dapat dihindari, namun harus dikelola secara bijak. Pendidik dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan tujuan utama pendidikan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya proses pemaknaan dalam pembelajaran serta mampu memanfaatkan teknologi secara kritis, efektif, dan bertanggung jawab.
